Kompatibilitas Silang Buah Naga
Kompatibilitas
Kompatibilitas adalah kesesuaian antara organ jantan dan betina sehingga penyerbukan yang terjadi dapat diikuti dengan proses pembuahan. Tanaman dikatakan bersifat kompatibel jika terjadi pembuahan setelah penyerbukan. Ketidaksesuaian antara organ jantan dan betina disebut inkompatibilitas. Ketidaksesuaian dikendalikan oleh faktor lingkungan, genetik dan fisiologis (Poespodarsono, 1998).
Inkompatibilitas (incompatibility) adalah bentuk ketidaksuburan yang disebabkan oleh ketidakmampuan tanaman yang memiliki pollen dan ovule normal dalam membentuk benih karena gangguan fisiologis yang menghalangi fertilisasi. Mekanisme didalam tumbuhan berbunga yang mencegah terjadinya self-fertilisasi akibat dekatnya hubungan antara organ reproduksi jantan dan betina pada bunga yang sempurna (Kao dan Huang, 1994). Inkompatibilitas dapat disebabkan oleh ketidakmampuan tabung pollen dalam (a) menembus kepala putik, atau (b) tumbuh normal sepanjang tangkai putik namun tidak mampu mencapai ovule karena pertumbuhan yang terlalu lambat. Mekanisme ini mencegah silang dalam (selfing) dan mendorong adanya penyerbukan silang (crossing) (Suwarno, 2008).
Inkompatibilitas sering juga disebut dengan inkompatibilitas sendiri karena yang terhalang adalah self-fertilisasi. terdapat dua jenis inkompatibilitas sendiri (SI) yang berbeda yaitu gametofitik inkompatibilitas sendiri (GSI) dan inkompatibilitas sendiri sporofitik (SSI) (Kao dan Huang, 1994). Pada sistem gametofitik, kecepatan tumbuh tabung pollen dikendalikan oleh rangkaian alel yang disimbolkan dengan S1, S2, S3, dan sebagainya. Inti pollen adalah haploid sehingga hanya memiliki satu alel inkompatiblitas. Jaringan tangkai putik pada tanaman betina adalah diploid sehingga memiliki dua alel inkompatibilitas. Jika alel inkompatibilitas pada inti pollen identik dengan salah satu alel pada jaringan tangkai putik, pertumbuhan tabung pollen pada tangkai putik akan lebih lambat dan pembuahan akan jarang terjadi.
Sistem inkompatibilitas sporofitik adalah sistem satu lokus dengan jumlah alel S yang banyak. Berbeda dengan sistem gametofitik, disini alel S memperlihatkan dominansi. Dominansi ditentukan oleh tanaman yang menghasilkan pollen. Jika tanaman memiliki genotipe S1S2 dan S1 dominan terhadap S2 sehingga semua pollen dari tanaman tersebut dapat berfungsi seperti S1; dan pollen dengan alel S1 atau S2 akan inkompatibel dengan tangkai putik S1, tetapi akan kompatibel dengan tangkai putik S2. Kombinasi genetik dari sistem sprofitik banyak dan kompleks. Pada sistem ini, penghambatan perkecambahan pollen atau pertumbuhan tabung pollen terjadi pada permukaan kepala putik, berbeda dengan sistem gametofitik dimana penghambatan pertumbuhan tabung pollen terjadi pada tangkai putik (Suwarno, 2008)
teknik silang bunga kedelai
A. Persilangan
Persilangan merupakan salah satu teknik untuk memperbanyak variasi/keragaman genetik dari suatu populasi tanaman. keragaman genetik tentu sangat penting sebagai salah satu upaya untuk mempermudah seleksi yang akan dilakukan oleh para pemulia tanaman. ketika persilangan dilakukan maka terjadi segregasi pada gamet tetua jantan dan betina.
sebagai contoh..
betina AaBb X AaBb jantan
F1 AABB, AAbb, aaBB, aabb, AABb, AaBB, AaBb, Aabb, aaBb,
dari tetua bergenotipe sama (heterozigot) dapat memiliki 9 kombinasi filial yang berbeda. oleh karena itu persilangan dipilih sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keragaman genetik. begitu pula pada komoditas kedelai persilangan dilakukan untuk mencari genotipe terbaik hasil segregasi dari tetua.
B. Deskripsi bunga secara umum
Kedelai merupakan tanaman semusim yang sering dibudidayakan petani selain tanaman padi. Seperti tanaman pada umumnya kedelai akan berbunga ketika memasuki masa generatifnya (kira-kira 40 HST). Bunga akan muncul pada ketiak daun secara bergerombol hingga 3-5 bunga. Dalam satu gerombol ini bunga mekar tidak serempak.
Tanaman kedelai ini merupakan tanaman menyerbuk sendiri (autogami) yang memiliki bunga sempurna (hermaprhodit/banci) karena putik dan benangsari terletak dalam satu bunga. Bunga kedelai berbentuk kupu-kupu dengan 3 mahkota yang menutupi alat kelamin secara sempurna (oleh sebab itu dinyatakan bahwa tanaman kedelai merupakan penyerbuk sendiri). Bunga kedelai berukuran sekitar 5-8mm ketika membuka penuh. Warna mahkota bervariasi ada yang ungu ataupun putih tergantung dari varietas yang ditanam. Putik bunga sangat kecil berukuran sekitar 3 mm dan berbentuk menyerupai calon polong. Setelah pembuahan terjadi putik tidak akan gugur dan berkembang menjadi polong kedelai. Benangsari bunga kedelai juga berukuran sangat kecil. Tangkai benangsari menyatu dan membentuk suatu selaput tipis yang menutupi/mengelilingi putik. Selaput ini mendukung benangsari diatasnya.
Bunga ini akan mulai membuka pada pukul 05.00 pagi. Penyerbukan alami akan terjadi pada saat serbuk sari matang yaitu pada saat bunga mekar sempurna (06.00-10.00). Pada saat itulah hendaknya penyerbukan/persilangan tanaman dilakukan.
Gambar 1 Bunga tanaman kedelai
Letak anther pada bunga kedelai lebih panjang daripada stigma (disebut juga dengan heteromorfik). Namun demikian, bunga kedelai anther (benangsari) dan stigma (putik) memiliki panjang yang berbeda (heteromorfik). Letak kelopak bunga dan benangsari sejajar sehingga terkadang menjadi penghalang persilangan yang akan dilakukan. Lanjutkan membaca >>
Teknik Persilangan Tanaman Buah Naga
Buah naga merupakan tanaman yang cukup eksotik. Tanaman ini menjadi populer semenjak orang-orang tahu bahwa buah yang dihasilkan bisa dimakan dan memiliki khasiat obat. Buah naga termasuk tanaman kaktus dan biasa disebut juga dengan Vine cacti (kaktus pemanjat). mengetahui bahwa bangsa kaktus termasuk edible plant (dapat dimakan) maka banyak peneliti yang cukup tertarik untuk melakukan pemuliaan tanaman ini. Penelitian tentang buah naga dan family kaktus lainnya banyak dilakukan oleh peneliti bangsa Israel sebut saja Tel-Zur, Yosef Mizrahi, Leightenzveig.
Untuk menyelesaikan tugas akhir sebagai mahasiswa pertanian, saya diberi kesempatan untuk meneliti buah eksotik ini dengan judul “ Kompatibilitas Persilangan Antara Buah naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Buah Naga Kuning (Selenicereus megalanthus). Dalam tulisan kali ini saya lebih ingin membahas lebih lanjut tentang penelitian ini dengan kata2 yang lebih mudah dipahami (bahasa sehari-hari-Red). Oleh karena itu bagi temen-temen yang ingin melihat proposal lengkapnya silahkan membuka “research” saya di blog ini.
Masuk pada teknik persilangan. Sebenarnya persilangan tanaman adalah teknik pemuliaan tanaman konvensional. Dilakukan sebagai salah satu upaya peningkatan keragaman genetic tanaman. Yang namanya persilangan tentunya harus ada perkawinan yang akan lebih sering dikatakan sebagai peristiwa penyerbukan secara buatan. Dan berbicara tentang teknik persilangan tentunya kita akan membahas teknisnya secara detail (dalam bahasa saya arti teknis berarti bisa ditiru dan dilakukan karena gambaran yang jelas).
Sebelum melakukan persilangan silahkan melakukan persiapan :
Bahan
1. Bunga buah naga kuning (Selenicereus megalanthus)
2. Bunga buah naga merah (Hylocereus polyrhizus)
Pastikan bunga sudah mengalami anthesis (mekar). Dan pastikan bahwa putik (stigma) dan benangsari (anther) siap untuk disilangkan. Ciri benang sari yang sudah masak adalah benang sari sudah keluar dai kotak sarinya. Dan secara fisik mirip tepung yang bisa beterbangan jika kita menghembuskan udara diatasnya. Sedangkan putik dikatakan matang jika terdapat semacam lendir yang mampu membuat pollen itu menempel. Kalau pada putik buah naga terlihat jumbai putik lebih membuka sehingga mampu menangkap pollen dalam jumlah yang cukup banyak.
alat
1. Senter (karena bunga buah naga bersifat nocturnal (mekar malam hari) jadi persilangan dilakukan malam hari sekitar jam 21.00 WIB.
2. Tangga (digunakan jika bunga terletak di tempat yang cukup tinggi)
3. Penutup putik (buatlah semacam penutup dari kertas minyak)
Sebelum melakukan persilangan kita lihat dulu morfologi buah naga
![]() |
benang sari bunga adalah bagian berwarna kuning, berjumlah banyak dan melingkar
putik bunga menggantung kebawah dan terlihat jelas juga berwarna kuning
mahkota bunga bagian yang berwarna putih
Praktikum PHT (Pengelolaan Hama Terpadu)
sebuah opini mahasiswa
Silahkan baca laporan praktikum dan melihat slide presentasi
Satu-satunya praktikum yang kami lakukan tanpa Co-Ass adalah praktikum mata kuliah PHT (Pengelolaan Hama Terpadu). Praktikum ini menjadi salah satu syarat lulus mata kuliah PHT. Uniknya praktikum ini harus kami lakukan sendiri dan langsung berhadapan dengan lahan petani (biasanya kami melakukan percobaan dalam pot).
Ada beberapa alur yang harus kami lewati dalam praktikum kali ini
1. Asistensi
Dilakukan secara langsung oleh dosen pengampu. Dalam praktikum ini ada 3 titik yang harus diamati yaitu hama, penyakit dan gulma. Satu kelas dibagi menjadi 3 kelompok besar mewakili komoditas tanaman yang akan diamati dan dalam kelompok besar dibagi 3 kelompok kecil yang mewakili apa yang harus diamati.
2. Praktikum
Intisari dari praktikum ini adalah pengamatan perkembangan dari hama, penyakit dan gulma. Untuk mendukung pembahasan dilakukan diskusi dengan petani yang memiliki lahan
3. Pembuatan laporan
Pembuatan laporan dilaksanakan oleh seluruh anggota kelompok dan menjadi salah satu alat evaluasi dari dosen
4. Evaluasi
Bentuk evaluasi praktikum ini ada dua yaitu dalam bentuk laporan dan seminar (presentasi kelompok) dan responsi wawancara
PENYIMPANAN DAN DORMANSI BENIH
oleh : Fuat Fahrudin
Penyimpanan benih.
Perlakuan yang terbaik pada benih ialah menanam benih atau disemaikan segera setelah benih-benih itu dikumpulkan atau dipanen, jadi mengikuti cara-cara alamiah, namun hal ini tidak selalu mungkin karena musim berbuah tidak selalu sama, untuk itu penyimpanan benih perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan benih saat musim tanam tiba.
Tujuan penyimpanan
- menjaga biji agar tetap dalam keadaan baik (daya kecambah tetap tinggi)
- melindungi biji dari serangan hama dan jamur.
- mencukupi persediaan biji selama musim berbuah tidak dapat mencukupi kebutuhan.
Ada dua faktor yang penting selama penyimpanan benih yaitu, suhu dan kelembaban udara. Umumnya benih dapat dipertahankan tetap baik dalam jangka waktu yang cukup lama, bila suhu dan kelembaban udara dapat dijaga maka mutu benih dapat terjaga. Untuk itu perlu runag khusus untuk penyimpanan benih.
Untuk benih ortodoks
Benih ortodoks dapat disimpan lama pada kadar air 6-10% atau dibawahnya. Penyimpanan dapat dilakukan dengan menggunakan wadah seperti : karung kain, toples kaca/ plastik, plastik, laleng, dll. Setelah itu benih dapat di simpan pada suhu kamar atau pada temperature rendah “cold storage” umumnya pada suhu 2-5oC.
Untuk benih rekalsitran
Benih rekalsitran mempunyai kadar air tinggi, untuk itu dalam penyimpanan kadar air benih perlu dipertahankan selama penyimpanan. Penyimpanan dapat menggunakan serbuk gergaji atau serbuk arang. Caranya yaitu dengan memasukkan benih kedalam serbuk gergaji atau arang.
PEREMPUANKU
asli bikinan ma’ruf
Aku tahu getar ini sungguh berbeda. Bukan seperti tertuju pada orang biasa. Dalam hati aku mengaku aku sedang jatuh cinta tapi… aku akan diam saja. Menanti, jika memang jalan kita sama. Jika tidak biarlah Allah menggantikannya dengan sosok yang terbaik. Dalam lenguh istigfar akupun berdoa kepadaNYA. Berharap semoga semua akan baik-baik saja, berharap cinta kecil ini bisa aku jaga. Untuk terakhir kalinya aku menyeka air mata, hatiku perih karena harap yang semakin jauh..akhirnya kucoba menyapa gelap, menemukan damai disela-sela nikmatnya memejamkan mata.
xxxx
pagi yang cerah kuputuskan mengawali lembaran baru. Mencoba meng-ikhlaskan dirinya. menurutku, Itulah yang yang terbaik bagiku dan bagi hatiku. Kuarahkan langkah ini ke ruang kuliah, sudah ramai anak-anak dan akupun bergabung dengan mereka. Getar itu datang kembali mencoba mengusikku ketika perempuanku duduk di seberang tempat dudukku. Q mencoba mengalihkan pandangan, Q mencoba menghempaskan bayangnya di sudut mataku karena aku tahu akan semakin sulit meng-ikhlaskannya jika menafikan kehadirannya saja aku tidak bisa. Lanjutkan membaca >>
TANAMAN MANGGIS (Garcinia mangostana L)
A. Pendahuluan
Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. Tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter. Buah manggis dalam perdagangan dikenal sebagai “ratu buah”, sebagai pasangan durian, si “raja buah”.
Klasifikasi ilmiah :
|
Kerajaan: Plantae Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Malpighiales |
Famili : Clusiaceae Genus : Garcinia Spesies: Garcinia mangostana L.
|
Potensi dan peluang pasar manggis sangat besar; karena banyaknya permintaan pasar, sedangkan negara penghasil komoditas tersebut jumlahnya terbatas. Oleh karena itu Indonesia berpeluang merebut pangsa pasar tersebut, asalkan mampu bersaing dalam hal mutu produk dan kontinyuitas pasokan pasar dengan negara produsen lainnya (Anonim. 2009b). Lanjutkan membaca >>
sebuah penghargaan ” untuk KSI’ers”
Satu kisah yang saya ambil dari sebuah perjalanan panjang hidup saya di KSI salah satunya adalah penghargaan.
Suatu ketika KSI berulangtahun yang ke sekian kalinya. Teman2 merencanakan untuk membuat celebration kecil2an dengan memesan tumpeng. Saya tidak mengambil andil apapun atas terbentuknya inisiatif konsep ataupun teknis..hanya sekedar tahu akan ada acara karena banyaknya agenda yang harus dilaksanakan (manajemen waktu buruk, ndak perlu dicontoh)…
Pada hari H ternyata saya sakit…lewat sms saya ijin…dan memang benar2 tidak bisa dipaksakan untuk berangkat karena mungkin saya akan jadi beban bagi orang lain. Waktu saya habiskan mengurung diri sembari berpikir siapa kira2 yang datang, siapa yang kira2 mengurus dan apa yang kira2 terjadi…waktu rasanya panjang hingga akhirnya saya tertidur lama….
Beranjak sore…salah seorang pengurus mengantarkan tumpeng KSI untuk saya. Saya bersikukuh tidak mau keluar karena kondisi saya benar2 masih tidak memungkinkan… “ditaruh didepan saja, di kursi itu” begitu saya bilang dan akhirnya saya sms adek kos untuk mengambilnya….
Terlintas dalam benak…ada rasa diperhatikan….ada rasa dihargai walaupun dari awal saya sadar saya tidak memberikan kontribusi apapun dalam acara tersebut….mmm dan berawal dari rasa penghargaan itulah yang mungkin membuat saya bertahan…terimakasih dan kalau diperkenankan untuk menguraikan maka…
Sekecil apapun payah yang bersangkutan hargailah karena dari penghargaan akan muncul rasa nyaman orang lain terhadap diri kita, sehingga mungkin orang yang tadinya males jadi bersemangat. orang yang tadinya gak peka proker jadi antusias. Karena menghargai itu melembutkan hati dan menjauhkan diri dari sifat sombong. dan dari menghargai juga mengingatkan diri untuk bersikap rendah hati dan akhirnya relevan dengan pepatah “ seperti ilmu padi makin berisi makin merunduk”
Tapi ketika sudah merasa menghargai orang lain maka jangan sampai kita membicarakannya berulang2 dengan orang lain karena dari situ sebenarnya nampak kalau kita sedang Riya. Cukup dari saya.
SEL PROKARIOTIK dan EUKARIOTIK
PROKARIOTIK
Sel prokariotik adalah sel yang belum mempunyai inti sejati. Ciri-ciri sel prokariotik adalah bahan genetik (DNA) tidak terstruktur dalam bentuk nucleus, DNA terdapat pada nukleoid yang tidak diselubungi oleh membran.
SEL EUKARIOTIK
Sel eukariotik adalah sel yang mempunyai inti sel sejati. Sel eukariotik tersusun atas:
· Membran sel
Struktur terluar sel berupa membran sel. Membrane tersusun atas lapisan lipoprotein (gabungan antara lemak dan protein pada membran sel darah merah, 50%lemak-50% protein).
· Sitoplasma
Cairan yang terdapat dalam sel dan terletak di luar inti sel. Cairan yang terdapat di inti sel disebut nukleoplasma. Matrik sitoplasma terdapat dalam lingkungan dalam sel. Matrik sitoplasma berfungsi mengatur kekentalan sitoplasma, pembentukan benang spindel, pembentukan berbagai serabut (mikrotubulus, filamen, myofibril).
· Organel sel
1. Mitokondria (terdapat di semua sel eukariotik)- berfungsi sebagai pembuat dan pemberi energy
2. Peroksisom (badan mikro)Peroksisom dan glikosom berasosiasi membentuk badan mikro (struktur serupa dengan lisosom). Terletak di dekat mitokondria atau kloroplas. Berfungsi menghasilkan enzim katalase (berfungsi menguraikn peroksida hydrogen)
3. Mikrotubulus (berfungsi untuk membentuk silia, sentriol dan benang-benang spindel)
4. Mikrofilamen (tersusun atas untaian protein globular,protein kontraktil. Bersama myosin menghasilkan kontraksi)
5. Nucleus (inti sel, tempat berlangsung sintesis molekul RNA)
6. Retikulum Endoplasma RE kasar(permukaan melekat pada ribosom)Re halus(tidak terdapat ribosom.Fungsi: detoksifikasi, mengangkut golgi komplek, melaksanakan oksidasi awal lemak, menyusun fosfolipid, gilkolipid, dll)
7. Aparatus Golgi (kumpulan sisternae, yang terletak di sel tumbuhan-diktiosom. Dapat membentuk lisosom)
8. Ribosom (fungsi utama, mensintesis protein)Ribosom yang menempel 1 dengan yang lain disebut polisom, diikat oleh mRNA.
9. Lisosom (berfungsi untuk pencernaan, menghasilkan antibody)Lisosom primer,memproduksi sel yang belum aktif. Berfungsi sebagai vakuola makanan)Lisosom sekunder,terlibat dalam kegiatan mencerna. Berfungsi sebagai autofagosom.
10. Kloroplas (plastisida yang mengandung pigmen hijau-klorofil. Tempat berlangsungnya fotosintesis)
11. Sentrosom (
12. Dinding sel (tersusun atas selulosa dan devirat-deviratnya. Berfungsi untuk menjaga bentuk sel agar tetap dan sebagai proteksi sel terhadap gangguan mekanis)
13. Vakuola Vakuola kontraktilVakuola non-kontraktil
OPINI
Sebuah opini untuk cerpen berjudul
Membaca cerpen terkadang dibutuhkan untuk merefresh ulang pikiran kita agar tidak dilingkupi rasa kejenuhan. Kali ini cerpen yang berhasil say abaca berjudul DUA ORANG AYAH. Walaupun bukan kapasitas saya sebagai seorang sastrawan tapi perkenankanlah saya untuk menilai cerpen ini.
Cerpen dengan judul DUA ORANG AYAH sebenarnya menceritakan tentang seorang anak (tokoh utama) yang ingin tahu hal apa yang membuat orang tuanya resah. Menurut saya cerpen ini cukup misterius Lanjutkan membaca >>






